Rabu, 11 Januari 2012

Januari ini...


Ketika kemarin saya menulis resolusi tahun 2012 dengan penuh semangat di akhir postingan saya, sekarang saya harus menerima kenyataan bahwa salah satu harapan itu ternyata harus pupus di bulan pertama tahun 2012 ini. Yah, dengan tidak disangka-sangka dia meminta kebebasannya kembali.
Permintaan itu seperti jamur yang tiba-tiba tumbuh di kulit yang sangat terawat, seperti jerawat yang tiba-tiba muncul saat bangun tidur di pagi hari padahal kita tidak pernah lupa mencuci wajah setiap malam sebelum tidur.
Sangat terpukul dan terkejut. Tidak ada permasalahan di antara kami. Everything’s normal, 100%, dan tiba-tiba dia ingin mundur dari status pacaran ke status kami yang sebelumnya yang nggak jelas.
Sedih. Ternyata di balik rencana-rencana yang kami buat bersama dia masih menyimpan rasa ragu. Tentang hubungan kami, tentang masa depan kami.
Satu yang saya ingat, alasannya malam itu via telepon, dia tidak ingin menyakiti saya. Dia tidak ingin selingkuh atau dibilang orang selingkuh ketika dia dekat dengan cewek lain di sana meskipun dia tidak berniat selingkuh.
Naif. Tapi saya menghargai kejujurannya. Saya mengerti di usianya yang saat ini dia masih ingin bermain-main dengan banyak hal, dia masih ingin berhubungan dengan banyak orang, pergi sejauh yang dia bisa, melakukan hal-hal gila dengan teman sepermainan dan sebagainya. Saya sadar saya tidak berhak merampas kebebasannya itu untuk sekedar menemani saya. Di rumah yang nyaman, ngobrol berdua, tidur lebih awal, pergi dengan anak-anak...
Jika saya ada di posisi dia, saya pasti juga akan melakukan hal yang sama.
Meskipun malam itu saya berusaha untuk tidak menangis, hati saya tidak bisa berbohong untuk tidak bersedih.
Saya sedih, harus melepas orang yang saya cintai untuk ke sekian kali. Lebih sedih karena dia bilang masih mencintai saya tetapi memang harus pergi.
Saya sangat tahu keadaan ini.
Seharusnya saya tahu hubungan ini terlalu absurd untuk dijalani.
Namun entah kenapa saya masih sakit.
Hufft.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar