Ada kalanya saya lelah menghadapi hidup, mengukur jarak antara harapan dan kenyataan
Merasa berlari, padahal ini semacam treatmill, tetap pada satu tempat
Terkadang saya merasa hidup ini adalah sebuah perjalanan
Tapi lama-lama saya merasa hidup ini adalah semacam bianglala
Terkadang di atas, terkadang di bawah
Pemandangan sekitar berubah bukan karena dia memang berubah,
tapi karena kita memandang dari sudut pandang yang berbeda
Seperti bianglala,
yang hanya akan menarik jika berputar
Maka kita pun berputar-putar
Dari atas ke bawah, dari bawah ke atas
Karena memang itulah inti dari bianglala
Selalu bergerak
Seperti bianglala,
Menaikinya menimbulkan banyak rasa
Penasaran, berdebar, takut, takjub, puas ketika di atas, kecewa ketika di bawah
Maka apa yang indah dalam bianglala jika tanpa ada semua rasa itu?
Seperti bianglala,
yang harus berhenti ketika waktunya usai
Dan kita sendiri yang menentukan
Turun dengan rasa puas dan bahagia
Atau justru dengan penyesalan
karena terlalu takut dan menutup mata ketika di atas
dan tidak mendapatkan pengalaman apa-apa setelah di bawah.