Angka. Mari kita bicara
tentang angka. Angka sering diartikan sebagai data konkret mengenai suatu hal.
Terkadang orang dikatakan punya dasar argumen yang kuat ketika dia menyebutkan
angka dari referensi tertentu.
Kelulusan siswa SMA dan
sederajat tahun ini adalah 99,8%. Fantastis. Lagi-lagi angka mencoba mengelabui
kita. Apakah arti 99,8%? Itu artinya hanya 0,02% peserta didik tidak lulus ujian.
Itu artinya pendidikan kita sukses besar. Itu artinya masa depan cerah menanti
mereka yang lulus. Itu kata si angka.
Tapi bisa juga kita
intrepretasikan berbeda. 99,8%. Adalah persentase kebohongan sistem pendidikan
kita kepada publik. Jumlah yang didesain untuk menyenangkan penguasa. Akumulasi
efek dari hasil penghapusan berbagai materi penting dari kurikulum supaya
tingkat kesulitan soal ujian berkurang. Angka hasil kong kalikong dengan nilai
UAS, simpati, dan rasa belas kasihan.
Aih, aih. Angka memang
luar biasa. Jalinan aksara penuh makna. Angka, terkadang, menurut saya, mengelabui
banyak mata karena terlalu menyederhanakan berbagai cerita. Menyingkat makna, menyembunyikan
nilai. Tapi jika mau melihat lebih dari sekedar jumlah, kita bisa menemukan
banyak cerita di dalamnya.
Selamat bermain angka J
hmmmmh....jadi, sepertinya kita tidak usah melakukan penelitian kuantitatif.
BalasHapuskuantitatif tetep perlu dong..tapi harus dijelaskan pake kualitatif juga,,makanya saya pengen pake yang campuran,,kayake keren,,hehehe...
BalasHapus