Material-material asing datang dan pergi dari permukaanku. Ada yang berlalu begitu saja, ada yang meninggalkan jejak yang membuatku tidak pernah lagi menjadi planet yang sama. Aku menerima mereka datang dan pergi. Tapi untukmu, khusus untukmu, aku tahu aku tidak pantas berkata ini, tapi untukmu, aku tidak akan pernah merelakan kamu pergi.
Sudah terlalu lama kita menunggu hingga perputaran orbit ini kembali mempertemukan kita. Jika harus tercerai lagi, kita tidak akan pernah tahu apakah orbit dari masing-masing kita akan bertemu lagi, atau justru semakin saling menjauh dan tidak akan sempat berpotongan lagi. Jika aku tidak lagi berputar, aku rela harus stuck pada satu titik, jika titik itu adalah titik perpotongan orbit kita berdua.
Gravitasi kita saling mengait, jangan elakkan itu. Meski tak selamanya kita sejalan dalam pemikiran, tapi bukankah kita punya satu misi yang sama? Menciptakan satu orbit baru untuk kita berdua berputar bersama? Merengganglah jika kamu lelah, tapi mohon jangan pernah memisahkan diri dari orbit baru ciptaan kita ini. Bukankah kita punya mimpi besar untuk menjadi dua planet pertama yang berputar dalam orbit yang sama?
Memang percepatan gravitasiku terlalu labil hingga terkadang kamu mengira aku menjauh seakan tidak butuh, maafkan, karena percepatan itu adalah sistem bawaan yang sangat sulit untuk kukendalikan. Aku butuh kamu. Bukan sekedar satelit lagi, tapi kamu. Satu planet berwarna putih yang tenang dan sangat stabil. Mari kita lanjutkan membangun orbit baru dan buat mereka tercengang dengan apa yang bisa dilakukan dua planet yang saling jatuh cinta.
From : Asteres Planetai X
To : Asteres Planetai Y
Sent : 6:57 am, June, 11 2012
*) Asteres Planetai (Yunani) adalah asal kata "Planet" yang berarti Bintang Pengelana.
Dinamakan demikian karena berbeda dengan bintang biasa, dari waktu ke waktu planet terlihat berkelana dari satu rasi bintang ke rasi bintang yang lain.
keren blognya...
BalasHapusmakasih,,ini juga baru latihan :)
BalasHapus