Jumat, 02 September 2011

JANGAN JADI BANCI!!!

Dari dulu saya ingin menulis sebuah buku berjudul ‘Jangan jadi Banci!’
Karena semakin lama semakin banyak  saya temui orang-orang berubah menjadi banci
Lembek
Suka mencari-cari alasan atas kesalahan yang mereka buat
Mencari pembenaran dengan berbagai logika yang dibuat-buat
Menyalahkan siapa pun yang bisa disalahkan asal bukan dia
Menunjukkan kelemahan untuk mendapatkan simpati orang-orang
Menjijikkan
Tunggu saja, ini akan menjadi salah satu buku aliran garis keras
Jangan jadi banci!
Dan orang-orang akan tersindir membacanya
Akan banyak yang mengecam dan mengancam mencekalnya
Terutama dari kaum para banci yang tidak paham makna banci yang dimaksud dalam buku itu sebenarnya
Mereka akan berteriak lantang menolak launching bukunya tanpa mau repot-repot membaca
Padahal mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan pemikiran saya
Jangan jadi banci!
Dan saya akan mulai diguncingkan disana-sini
Memecah masyarakat menjadi dua golongan, pro dan kontra
Keren sekali!!
Lalu kenapa melihat prospek yang begitu luar biasa itu saya belum juga menulis buku ini?
Padahal ide itu sudah mengendap sekian tahun dalam otak saya yang terbatas?
Pada awalnya saya tidak tahu jawabannya
Kemudian mulai mengkambinghitamkan waktu dan menyalahkan keadaan
Hingga kemudian saya pelan-pelan saya tersadar
Saya pun juga masih banci!
Manusia penuh keluhan dan caci maki kepada Tuhan
Manusia yang lebih sering bertanya:
“Kenapa Kau timpakan cobaan ini kepadaku, Tuhan?”
“Apa salahku?”
“Bukankah selama ini aku selalu menyembahMu?”
Dan ribuan pertanyaan menjijikkan lainnya
Manusia yang suka memperlihatkan penderitaannya
Tanpa sadar bahwa ribuan orang jauh menderita dan mereka menyimpannya rapat-rapat tanpa celah untuk dibelaskasihani
Manusia yang membangga-banggakan kisah heroiknya
Padahal kisah-kisah itu adalah hasil permakan dan ceritanya pun cemen belaka
Hei,hei, saya pun juga masih menjadi seorang banci!
Menjijikkan!
Bahkan lebih menjijikkan dengan ‘banci’ yang berkeliaran di trotoar malam-malam
Berani-beraninya saya punya mimpi menulis buku itu?
Dari mana sumber kekuatan dari buku itu jika dasarnya hanyalah teori dan logika kosong belaka?
Bukankah akan menjadi sesuatu yang konyol jika nanti beberapa waktu setelah penerbitannya akan tertulis dalam satu headline media massa, “Ada Banci Bilang Banci!”
Komedi macam apa yang ingin saya suguhkan pada masyarakat?
Lelucon apa lagi yang ingin saya buat di tengah kehidupan kita yang terkadang kita harus tersenyum dengan alasan ingin tersenyum saja
Atau dengan alasan agar tidak lupa bagaimana caranya tersenyum!
Karena memang kenyataannya sudah tidak ada lagi yang bisa membuat kita tersenyum!
Apa yang mau disenyumi??
Kelaparan yang mereka rasakan tiap hari??
Bayi-bayi yang dibuang di selokan, dimasukkan kardus, di tempat sampah, dimakan anjing??
Atau anak-anak muda yang semakin lupa bahwa sejatinya mereka berbeda dengan binatang yang bisa dengan mudahnya intercourse di tengah jalan??
Apalagi yang pantas disenyumi di negeri ini??
Katakan padaku!
Dan jawabannya tidak akan jauh-jauh dari lelucon ironi
Kami tersenyum melihat para koruptor bebas melenggang dari tuntutan
Kami tersenyum melihat para kiai berbuat nista
Kami tersenyum sambil menghitung detik-detik kematian bangsa kita
Dan kami tertawa terbahak-bahak melihat anda bicara tentang banci dan sisi-sisi kebancian kami sedangkan anda sendiri adalah seorang banci sejati!!
Saya, belum sanggup menerima hujatan itu
Belum siap mental!
Karena mentalnya pun ternyata masih mental banci!
Ya Tuhan,,,
Lelucon macam apa lagi ini.
Maka dengan sangat menyesal saya putuskan untuk menunda penulisan buku ini
Saya tunda sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan
Saya putuskan dengan perasaan malu yang luar biasa
Tapi saya bersyukur, bahwa ternyata, untuk malu saya masih punya
Alhamdulillah.
Bagi para pembaca yang budiman,
Tunggulah saja dulu,
Bersabarlah.
Karena buku ini tetap masih jadi mimpi saya
Dan saya adalah tipe orang yang memperjuangkan mimpinya
Suatu hari nanti saya berikan jaminan seratus persen, buku ini akan tersedia di toko-toko buku terdekat anda
Tunggu saja!!!


06.13
01 09 11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar