Assalamualaikum
warahmatullahhi wabarakatuh
Terkhusus
untukmu para guru, sahabatku, para pahlawan tanpa tanda jasa
Hari
ini saya menyadari, bahwa begitu buruknya mental yang terbangun di negeri ini
sebenarnya bukanlah sepenuhnya salah para generasi muda.
Hari
ini saya pelan-pelan mengurai benang kusut carut marut perjalanan mental mereka
Kehidupan
mereka berawal dari keluarga, lalu berkembang di sekolah dan masyarakat
Sebagai
seorang guru di rumah kita sendiri, sudahkah kita menanamkan kepada anak-anak
kita satu pondasi bernama kejujuran? Sudahkah kita contohkan indahnya berkata
sesuai kenyataan? Mampukah kita menjadi teladan yang nyata bagi mereka?
Pernahkah
kita mengajarkan konsep bertanggung jawab? Dengan tidak menyalahkan batu atau
lantai ketika mereka baru belajar berjalan dan terjatuh? Pernahkah kita
mengajarkan untuk berani mengatakan “anakku, bukan batu yang salah, tapi kamu
yang kurang berhati-hati”?
Pernahkah?
mengajari mereka untuk tidak mencari kambing hitam untuk sesuatu yang memang
harus kita pertanggungjawabkan?
Generasi
muda kita menghabiskan masa pertumbuhannya di sekolah. Dan kita para guru
dipercaya untuk mengiringi pertumbuhannya.
Sebelum
kita memicingkan mata dan kesal pada kebadungan mereka, pernahkah kita bertanya
pada diri kita sendiri, “apa yang sudah saya contohkan pada mereka?”
Untuk
menjadi manusia yang jujur, sudahkah kita mengajari mereka untuk tidak pergi
diam-diam ketika kepala sekolah sedang dinas luar?
Untuk
menciptakan manusia-manusia yang disiplin, sudahkah kita memberi contoh mereka
berangkat pagi dan pulang setelah bel sekolah berdentang?
Untuk
menciptakan manusia yang berempati, sudahkah mengajari mereka menjadi pendengar
yang baik dengan selalu memperhatikan setiap celoteh mereka yang penuh rasa
ingin tahu?
Untuk
membangun pribadi yang peka, sudahkah kita mengajar mereka dengan hati yang
ikhlas?
Sahabatku,
para guru tanpa tanda jasa,
Begitu
berat beban tanggung jawab dipikulkan di pundak kita untuk membentuk pribadi
bangsa, wajar jika kita merasa lelah, wajar jika kita merasa telah berkorban
banyak namun hasilnya masih belum terlihat juga
Sahabatku,
menjadi guru adalah hal termulia sekaligus terawan bagi manusia
Ketika
kita keliru memaknai profesi ini, maka kita bukan lagi pahlawan tanpa tanda
jasa, melainkan oknum-oknum perusak moral bangsa.
Saudaraku,
para guru yang mulia,
Belum
waktunya untuk lelah dan menyerah, ketika begitu banyak yang harus kita benahi
dari diri mereka, ketika tanggung jawab ini semakin berat dan semakin tidak
terlihat hasilnya
Ingatlah
sahabat, kita masih punya mimpi.
Mimpi
untuk memperbaiki negeri ini.
Mimpi
untuk melahirkan generasi-generasi baru yang religius dan santun, jujur dan
bertanggung jawab, pekerja keras dan berjiwa sosial
Begitu
indah mimpi-mimpi kita, dan tidak akan luntur hanya karena peluh dan lelah yang
akan hilang semalam
Sahabatku
para guru, para pahlawan tanpa tanda jasa
Tersenyumlah
dan hadapi muridmu sekarang.
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh
18:42
21
Oktober 2011
sangat menginspirasi :)
BalasHapus